Tema:MEMBANGUN UNUSA
UNUSA:Kampus Berbasis Aswaja yang Melahirkan Generasi Berintegritas
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) bukan sekadar institusi pendidikan tinggi, tetapi sebuah tempat di mana ilmu pengetahuan bertemu dengan nilai-nilai keislaman yang berakar pada Ahlusunnah wal Jama'ah (Aswaja). Didirikan dengan semangat Nahdlatul Ulama (NU), UNUSA hadir untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berintegritas, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial.
Kampus dengan Identitas Kuat
UNUSA memiliki identitas yang unik dibandingkan kampus lainnya. Sebagai bagian dari keluarga besar NU, UNUSA menanamkan nilai moderasi, toleransi, keseimbangan, dan kemaslahatan dalam setiap aspek kehidupan kampus. Mahasiswa tidak hanya belajar untuk meraih gelar akademik, tetapi mereka juga diajarkan untuk menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat.
Kurikulum yang diterapkan di UNUSA tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah. Mata kuliah seperti Ke-NU-an dan Pendidikan Agama Islam menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter mahasiswa. Hal ini menjadikan UNUSA sebagai kampus yang tidak hanya mencetak lulusan profesional, tetapi juga lulusan yang berpegang teguh pada nilai-nilai moral dan keagamaan.
Mahasiswa UNUSA: Generasi Aswaja yang Kreatif dan Inovatif
Mahasiswa UNUSA adalah representasi dari generasi muda yang kreatif, inovatif, dan berkomitmen pada nilai-nilai Aswaja. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka diajarkan untuk selalu menjunjung tinggi kejujuran, tanggung jawab, dan keadilan. Tidak hanya itu, mahasiswa UNUSA juga didorong untuk menjadi pelopor dalam menyelesaikan berbagai tantangan zaman, seperti isu radikalisme, disrupsi digital, dan ketidakadilan sosial.
Misalnya, melalui kegiatan organisasi kemahasiswaan seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) lainnya, mahasiswa UNUSA dapat belajar berorganisasi, mengembangkan kepemimpinan, dan mengasah kepekaan sosial. Selain itu, mahasiswa juga dilibatkan dalam kegiatan sosial seperti pemberdayaan masyarakat, program kesehatan, dan kampanye toleransi, yang semakin memperkuat peran mereka sebagai agen perubahan.
Inovasi dan Teknologi dalam Bingkai Aswaja
Di era revolusi industri 4.0, UNUSA tidak ketinggalan dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Namun, yang membedakan UNUSA adalah bagaimana teknologi tersebut digunakan dalam bingkai nilai-nilai Aswaja. Mahasiswa diajarkan untuk memanfaatkan teknologi secara bijak, tidak hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk kemaslahatan masyarakat.
Sebagai contoh, mahasiswa UNUSA dapat mengembangkan aplikasi berbasis teknologi yang mempromosikan toleransi, transparansi, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan semangat inovasi ini, UNUSA tidak hanya mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja, tetapi juga lulusan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi perbaikan bangsa.
UNUSA: Pilar Masa Depan Indonesia
Sebagai kampus yang berafiliasi dengan NU, UNUSA memiliki tanggung jawab besar untuk melahirkan generasi muda yang mampu menjaga tradisi keilmuan dan keagamaan, sekaligus menjawab tantangan modern. Mahasiswa UNUSA adalah harapan masa depan Indonesia—mereka adalah generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia, toleran, dan peduli pada kemaslahatan umat.
Dengan semangat Aswaja An-Nahdliyah, UNUSA membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya tentang meraih gelar, tetapi juga tentang membangun karakter dan memberikan manfaat bagi sesama. Seperti yang dikatakan oleh KH. Hasyim Asy'ari, "Ilmu tanpa amal adalah ibarat pohon tanpa buah." Mahasiswa UNUSA adalah bukti nyata bahwa ilmu, amal, dan integritas dapat berjalan beriringan untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik.
*UNUSA bukan hanya kampus, tetapi rumah bagi generasi muda yang ingin menciptakan perubahan positif untuk masa depan bangsa.💚💚💚

Komentar
Posting Komentar