Materi 1
Pemateri 1
Prof. Yudi latif, MA., Ph.D ketua pusat studi Islam dan kenegaraan Indonesia/ PSIK-indonesia
Tema: kehidupan berbangsa, Bernegara, Jati diri bangsa, Dan pembinaan Kesadaran Bela Negara
Kita baru saja memperingati kemerdekaan Indonesia ke 80 tapi juga dalam perkembangan akhir-akhir ini kita mendapati perkembangan negara yang juga harus menjadi bahan renungan bagi calon-calon pemimpin Indonesia di masa depan karena saudara ada di sini bukannya sekedar mahasiswa tapi memiliki namanya yang punya kehormatan karena hanya sekian persen dari manusia Indonesia yang bisa melanjutkan di jenjang perguruan tinggi dan di dalam setiap kehormatan itu ada tanggung jawab sekarang ini banyak orang yang ingin terhormat ingin jabatan ingin status tapi tidak mau mengambil tanggung jawabnya sebagai mahasiswa ini masih merupakan kelompok terhormat karena hanya sekian persen dari manusia Indonesia mengemban tanggung jawab kita harus merenungkan ulang ya sebenarnya Indonesia memulai republiknya itu dengan kepeloporan yang luar biasa seperti ditulis oleh sarjana dari Belgia dalam bukunya Indonesia mengatakan dunia itu sering lupa sebenarnya Indonesia itu bangsa pelopor negara pertama pasca perang dunia ke-2 yang dengan gagah berani mendeklarasikan kemerdekaannya Dan kemerdekaan Indonesia ini beda dengan kemerdekaan negara-negara lain yang diberikan di hadiahkan oleh penjajahnya tapi kita merebut dengan kekuatan sendiri tidak sendiri dan Surabaya itu menjadi efisien krungu besar dan kekuatan perlawanan bangsa ini untuk mencapai kemerdekaan suku kemerdekaan Indonesia itu menjadi model jadi gerakan-gerakan dekorasi tempat lain jadi misalnya di Vietnam gerilya Indonesia gerakan-gerakan kemerdekaan Indonesia bahkan di Afrika Selatan bukan hanya negara yang mempelopori merdekaan tapi Indonesia juga menjadi negara menjadi prajurit solidaritas bangsa-bangsa bekas terjajah dalam satu solidaritas bangsa-bangsa Asia Afrika di Bandung dan konferensi Asia Afrika di Bandung itu mengubah wajah dunia secara mendasar konferensi Asia Afrika Indonesia itu mengubah dunia dalam bentuk memberi inspirasi bagi gerakan blok timur kemudian mendapati blok Tengah Indonesia akan memberi inspirasi bagi gerakan-gerakan di Amerika Serikat di Amerika yang memperjuangkan kesetaraan sebagai warga negara di Amerika itu sangat terinspirasi Bandung kemudian kita bertanya dimana posisi Indonesia sebagai bangsa pelopor kebangkitan Asia Afrika memang Indonesia 80 tahun udah banyak melahirkan pencapaian tapi kalau dibanding dengan bangsa-bangsa yang di zaman merdekanya sepertinya Indonesia masih tertinggal jadi misalnya taruhlah Korea Selatan Korea Korea itu kan merdekanya terbawa dua hari Korea tanggal 15 juga tanggal 17 tapi Korea masuk ke dalam satu perangkap perangkap perang saudara ya Korea Utara itu dipengaruhi Uni Soviet Korea Selatan dipengaruhi Amerika dan mereka baru merdekanya 48 sampai sekarang dia sudah masuk.
Tapi sekarang kita kembali sawit gitu di mana letak persoalannya nah di sini Saya ingin mencoba merenungkan berdasarkan ungkapan para pendiri bangsa sendiri ya pertama saya ingin mengutip pernyataan dari bung Karno bung Karno di berbagai kesempatan sering mengajukan pertanyaan Indonesia memang begitu luas wilayahnya dan begitu banyak dan majemuk penduduknya tapi sesungguhnya apa yang menentukan besar kecilnya suatu bangsa biasanya beliau adalah wanita yang menentukan besar kecilnya suatu bangsa itu sebenarnya bukan seberapa luas wilayahnya dan berapa banyak penduduknya tapi ditentukan oleh kualitas dan karakter manusianya berkualisi and quantity of ditentukan oleh tekad yang terpancar dari kualitas dan karakter manusianya jadi kita boleh punya kekayaan sumber daya alam yang luar biasa penduduk yang begitu banyak tapi kalau kita tidak bisa ya membangun untuk manusia dan karakter manusianya maka bangsa ini memang tidak akan pernah mencapai kemajuan yang bisa membuat kita terhormat di mata dunia gitu jadi warga negara untuk kemajuan yang ditempuh Jepang pasca perang dunia ke-2 Korea tembus Cina tidak ada bangsa-bangsa yang bisa maju kalau kualitas dan karakter manusianya itu tidak berkembang baik mengatakan ketika nama Indonesia disebut itu pertama harus ingat ya ingat Indonesia itu begitu luas wilayahnya dan begitu banyak penduduknya tapi dia katakan bahwa yang membuat kita itu menjadi luhur atau tidak ditentukan dong kualitas kita maka dia bilang bagi siapa saja ingin memimpin Indonesia mengurus Indonesia ini menjadi warga negara yang baik di Indonesia bukan mindset yang yang apa yang yang remeh yang sempit ya yang membuat keragaman rohani kita juga kekuatan kedalaman karakter kita harus kuat sehingga bisa hidup berdampingan dengan mencapai versi terbaik dari bangsa kita nah untuk itu ya yang harus kita kembangkan adalah pertama di dalam keluasan Indonesia ini kita harus senantiasa ingat tadi Indonesia itu negara yang majemuk dari berbagai sisi sila kelima sila Pancasila itu menggambarkan keragaman Indonesia dari berbagai sisi sila pertama keragaman agama dan keyakinan sila kedua keragaman ras-ras dan populasi manusia istilah ketiga keragaman etnik keragaman adat budaya Indonesia memiliki lebih dari sekitar 3 00 suku tapi kalau bahasa yang masih hidup lebih dari 700 bahasa kita juga sila ke-4 menggambarkan beragam aliran politik seperti partai politik dan sila kelima kita juga ragam lapisan sosial dan peradaban kita juga berlapis ya ketika sekarang orang di mana-mana bicara tentang industri ingat bahwa masih ada saudara-saudara kita yang hidup di atas pohon dan ladang bertindak jadi masuk karena itu pertama kalau kita ingin membangun Indonesia adalah bagaimana cara kita menyatukan keragaman ini karena menyatukan keragaman di dalam masyarakat majemuk dalam masyarakat umum maka kita harus berusaha mencari namanya. Temui jadi bukan memperluas titik-titik pisah tapi menemukan. Titik temu bagaimana caranya membangun titik temu pertama mengembangkan jaring-jaring silaturahmi jaring-jaring kontak jaring-jaring konektivitas jadi pergaulan kita harus mulai diperluas bukannya sama agama saja sama etnis saja bersama mantap saja ya sama satu universitas saja batas agama.
insting tribal ya jadi kita cenderung mengembangkan pergaulan yang memiliki kesamaan kesamaan warna kulit kesamaan agama dan kesabaran identitas lainnya terhadap orang lain yang dianggap berbeda manusia itu cenderung mengembangkan prasangka atau anti asing Saya mau publik tapi beruntung manusia juga satu-satunya primata yang diberikan tuhan anugerah satu otak yang tidak dimiliki oleh binatang lain yaitu namanya neoportex otak baru yang Dengan ini kita bisa menciptakan iman menciptakan nilai dan bisa menciptakan daya imajinasi yang lebar melampaui batas-batas identitas ya caranya bagaimana ya caranya itu yang asing itu bukan harus kita jauhi tapi yang beda yang liar yang asing itu juga kita kenali karena dengan lama-lama prasangka itu ternyata seseorang yang sebelumnya kita sangka itu serem gitu ya misalnya dengan warna kulit tertentu rasa tertentu semula tidak asal enggak serem atau berbahaya ternyata begitu kita kenali lebih baik ternyata menyenangkan makanya kita punya pepatah tak kenal maka tak cinta dalam Alquran kan diingatkan bahwasa wajah jadi kita Tuhan menciptakan kita Dan laki-laki perempuan berbangsa-bangsa bersuku-suku itu bukan untuk saling mengasingkan tapi justru saling berkenalan mengenal satu sama lain dengan mengembangkan jaring-jaring silaturahmi itu ya yang kedua kita harus mengembangkan jaring-jaring inklusivitas artinya inklusivitas itu kesetaraan akses dan akses pada pendidikan pada kesehatan pada layanan publik kesetaraan di depan hukum ya kesalahan di dalam partisipasi politik ya jadi jangan sampai berdaya dan akses-akses kesempatan-kesempatan itu hanya dikuasai oleh orang tertentu keluarga tertentu golongan tertentu di layar tertentu gender tertentu karena kalau sumber daya dan peluang-peluang itu eksklusif dikuasai secara eksklusi oleh orang tertentu golongan tertentu ya agama tertentu wilayah tertentu itulah yang akan melahirkan berbagai bentuk kecemburuan sosial dan rekan-rekan sosial di dalam satu masyarakat di mana kesenjangan sosial lebar biasanya mudah terjadinya pendatang sosial kita lihat ya apa yang terjadi di Amerika Serikat hari ini satu negara yang tadinya relatif legaliter tapi ketika terjadi kesenjangan yang lebar itu mengarah kepada sentimen anting kulit berwarna dan lain-lain mengemukakan kembali nah hanya dengan memperkuat konektivitas kita tuh jadi muncul saling percaya satu sama lain jadi persatuan Nasional Indonesia itu tidak bisa hanya mengandalkan tentara dan polisi akan beberapa tentara dan polisi kita kerahkan untuk mengawas setiap jengkal tanah di Indonesia tapi saya sering berkunjung ke Morotai Nias jauh gitu di wilayah terluar Indonesia belum tentu ada pejabat pusat setahun sekali di sana tapi mereka masih merasa Indonesia itu ajaib makanya kan ada Robert elsen ya dari sarjana Australia bilang Indonesia itu negeri Karena tanpa dikelola baik sama oleh negaranya kita masih bersatu kalau kita tanya kenapa mereka masih merasa Indonesia orang yang masuk pertama mungkin masih ada jaringan ikat ada koneksi ingatan mungkin ada pengalaman dulu perjuangan bersama dan lain-lain dengan suku-suku bangsa lain kedua mereka juga punya optimis meskipun ada di pinggiran mereka tidak akan didiskriminasikan kalau mereka punya prestasi punya kapasitas mereka juga bisa ikut menentukan jalannya sejarah republik ini nah jaring konektivitas dan inversitas itulah kemudian kita ikat di dalam Santi namanya bhinneka tunggal Ika bina Eka tunggal Ika beragam itu tapi juga satu itu kalau Gus Dur ya secara mudah ya mengartikan bhinneka tunggal Ika itu beliau katakan itu maksudnya kalau yang beragam kalau yang berbeda jangan disama-samakan kalau yang sama jangan di beda-bedakan kita beda agama yaitu fakta yang harus kita hormati tapi saat yang sama meskipun kita beda agama beda warna kulit ya beda suku.
Ekosistem tuh monokultur jenis tanaman itu rawan terhadap berbagai penyakit jadi keragaman ini tidak harus selalu dibayangkan sebagai sumber malapetaka kalau kita punya kearifan tidak tahu kapan menghormati perbedaan tapi kita tahu kapan kita bersatu di dalam cita-cita bersama tujuan bersama maka kita akan melahirkan kekuatan untuk itu supaya keragaman tidak menjadi pangkal kekacauan tapi menjadi pangkal kebaikan dan kekuatan konektivitas dan perlu diikat oleh ikatan nilai namanya ikatan nilai integritas jadi integritas manusia itu bisa dengan tenang berjaring dengan yang lain dan juga punya harapan akan diperlakukan secara setara itu kalau ada landasan nilai yang disepakati bersama jadi nilai ini di etika itu ya seperti semen di dalam tumpukan bata-bata ya bata-bata itu hanya bisa jadi kekuatan kalau ada semen perekatnya nah semen perekat itu nah etika atau nilai atau moral jadi satu bangsa yang tidak memiliki kekuatan integritas tidak taat pada etika itu tidak ada sandaran bagi kehidupan kebaikan hidup bersama pasti akan tidak saling percaya pasti bisa kami eker-eceran pasti jadi menang-menangan karena tidak ada landasan nilai yang disebabkan jadi makanya dalam pembangunan ini tak cukup dengan modal finansial modal keterampilan ya tapi perlu ada modal integritas modal nilai yang memungkinkan semua orang itu punya jaminan rasa saling percaya ya nah di dalam baca dalam kehidupan bangsa Indonesia moral bersama yang bisa membuat kita itu bisa memiliki landasan dalam kehidupan publik punya landasan kepastian ya tidak ditentukan oleh mayoritas minoritas utama itu terkaitan dalam Pancasila bagaimana para pendiri bangsa itu bisa ya bisa melahirkan nilai-nilai yang kita sepakati bersama ini ini merupakan satu bagian insan yang luar biasa kenapa karena saya akan saya teringat ya kawan dunia yang sangat terkenal itu pernah ditanya apa rahasia di balik penemuan-penemuan ilmiah anda lalu kata ent rahasia di balik semua penemuan dan karya kreatif bukannya ilmuwan tapi dia bilang seniman dan lain-lain itu adalah kemampuannya menemukan dasar yang simpel yang sederhana dari yang rumit yang kompleks nya selama bisa dipersulit kenapa dipermudah Leonardo da vincitycation jadi kemampuan kita menemukan dasar yang simpel dari yang kompleks itu justru kecanggihan tertinggi makanya misalnya bahasa Indonesia itu bahasa jenius itu karena bahasa Indonesia justru bahasa yang sangat simpel tidak mengandung konjugasi artinya kata kerjanya itu tidak berubah untuk orang pertama kedua ketiga gitu ya bahasa Indonesia juga tidak mengandung tenses masa lalu sekarang di depan sama itu simple sehingga bisa dipelajari dengan mudah oleh banyak negara dan sekarang makanya bahasa Indonesia itu sudah menjadi bahasa ilmiah kemudian tahun 2023 juga bahasa Indonesia sudah diakui oleh bagaimana masyarakat majemuk dengan lebih dari 81 bahasa bisa dipertahankan oleh bahasa Indonesia yang inklusif tanpa bias gender dan relatif sederhana orang pikir mungkin bahasa Indonesia itu sederhana makanya dianggap dianggap ya dianggap bahasa yang tidak tidak penting enggak justru kesederhanaan itulah merupakan esensi dari kehebatan Oke kembali ke sini kemungkinannya warna-warni semesta tapi dia bilang pada pemimpin hari orang-orang yang Ari tahu di balik keragaman warna itu ketemu 5 warna dasar yaitu hitam putih merah kuning biru kita rasa makanan itu tak bertepi kemungkinan foto saja melahirkan lebih 60 varian tapi bagi mereka yang Aris yang tergerakkan tahu di balik keragaman mosaic warna bisa ditemukan jadi mawar 5 rasa dasar ya baik hati baik manis asin asam gurih gitu ya bagaimana dengan cara pendiri bangsa para pendiri bangsa ini
Dari segi agama juga majemuk bukan hanya Islam tapi ada Kristen dari juga etniknya beragam etnik bukan hanya etik-etik yang disebut pribumi tapi juga ada unsur-unsur keturunan Arab keturunan Eropa dari sana bukan hanya laki-laki perempuan dan juga terdiri dari ragam ideologi dari macam-macam ideologi-ideologi berbasis kebangsaan berbasis sosial sosialisme ada semua berbasis profesi dan ketika mereka bertemu di dalam keragaman itu mereka berusaha mencari titik temu yang bisa menautkan seluruh keragaman itu dan secara ajaib kemudian para pendiri bangsa mampu menemukan titik yang simpel dari yang kompleks yang kemudian di dalam pidato Soekarno di berbagai kesempatan untuk menemukan satu elemen penghubung ke Indonesia pengaruh serta pengaruh pra Hindu Budha pengaruh Hindu Budha pengaruh Islam pengaruh barat masing-masing agama dan keyakinan tuh memang memberi memberi tapi dia bilang kalau lihat secara esensinya itu bisa temukan unsur-unsur media statis maksud meja statis itu kalau kita lihat bentuk meja ada unsur-unsur yang eee pengusungnya ya ada tiangnya ada papannya ada waktunya itu ada statis dan dia bilang kalau kita hubungkan seluruh nilai-nilai dari nilai-nilai agama nilai-nilai kemanusiaan universitas gagasan keadilan sosial itu bertemunya di dalam nilai-nilai Pancasila tadinya Saya tidak paham apa yang dimaksud bung Karno itu sampai saya kemudian menemukan alisikologi positif namanya Martin Salim pernah bicara begini saya bilang dia bilang saya sudah membaca berbagai berbagai kitab suci agama-agama filsafat saya membaca perjanjian lama maksudnya membaca perjanjian baru membaca Weda membaca Quran membaca Plato Dia bilang masing-masing agama dan keyakinan itu memang berbeda dalam detail tapi mereka menemukan titik temu di dalam nilai-nilai fundamental dia bilang kalau saya ringkas seluruh ajaran agama itu ketemu pada lima nilai dasar pertama adalah spirituality and transcenden ritualitas dan ketergantungan pada yang ilahi kedua love yang cinta dan kemanusiaan ketika itu keberanian seperti patriotisme mengendalikan diri tidak robot tidak boros tidak merusak ekosistem
justice itu sila ke-5 bahkan kemudian kalau kita lihat Marko sindusarinya nah ini penting karena banyak orang darah itu mencoba menghadapkan Pancasila dengan syariah seolah-olah Pancasila itu anti Syariah sebaliknya saat yang sama seolah Syariah itu tidak mengandung nilai-nilai Pancasila tapi kalau saya coba untuk mencapai kemaslahatan itu pertama almas latul ulama dengan mengusung 5 hal pertama kemaslahatan agama kedua kemaslahatan dua ketiga ada anak keturunan kelima adalah akal kebijaksanaan kelima adalah harta nah kalau kita lihat itu semua juga ada merupakan substansi dalam Pancasila keselamatan agama itu sila pertama jiwa itu kemanusiaan anak keturunan yang ada hidup di tumpah darah yang sama ini adalah kebangsaan kemudian akal kebijaksana sila ke-4 kemudian harta nah keadilan harta itu namanya sila ke-5 jadi ini betul-betul Pancasila ini hasil perasaan dari berbagai ajaran kebaikan ajaran etika yang kemudian menemukan titik temunya nah karena Pancasila itu sebagai titik temu dari semua agama keyakinan maka jangan melihat Pancasila itu dari sisi titik pusatnya biasanya kita hal itu terjadi ketika kita memasuki sila pertama tahanan yang maha esa kemudian sering ada klaim sebenarnya istilah ini lebih cocok untuk agama apa gitu padahal tidak tahu Pancasila itu sebagai titik temu bukan. Pisah nah biasanya kekeliruan pemahaman itu karena kita keliru memahami arti kata ketuhanan di sini adik-adik sekalian kita harus ingat ya di dalam bahasa Indonesia kalau awalan awalan a ke dan akhirnya dihubungkan dengan kata benda itu memiliki fungsi pembentuk kata sifat atau kata benda abstrak ya contohnya misalnya ibu itu kata benda kalau saya bilang ke ribuan artinya seseorang atau sesuatu yang menunjukkan sifat-sifat ibu emas itu kata benda tapi kalau disebut keemasan berarti sesuatu yang menunjukkan sifat atau nilai emas nah begitupun ini Tuhan itu memang kata benda tapi kalau saya sebut ketuhanan berarti sesuatu atau seseorang yang menunjukkan sifat-sifat virus hitam ada 99 gitu tapi sifat ilahi yang mengatasi seluruh sifat yang lain itu sifat Rahman dan rahim Allahu la ilahaillallah makanya seluruh agama menyuruh sifat Tuhan yang sama orang Islam maka berdoa bismillahirrohmanirrohim orang Kristen Katolik akan menyebut Tuhannya dengan cinta semua makhluk bahagia intinya adalah kasih nah jadi soal Tuhannya apa itu urusan keyakinan masing-masing dan rumah tangga agama masing-masing Pancasila tidak ingin meraih coki itu Tuhannya boleh Allah itu urusan keyakinan masing-masing orang masing-masing
Bunyi hadis yang mengatakan taqolaktu biakla fillah berakhlak lah kalian dengan akhlak Tuhan kalau ada kita itu mampu menjiwai rasa kasih ilahi maka kita juga akan mengasihi siapapun tanpa pandang bulu seperti matahari menyinari siapapun tanpa membunuh seperti air akan mengaliri tempat-tempat rendah kalau itu yang terjadi maka kita akan sampai pada kisah akan sampai tujuan kebaikan itu bersama nah ini persis seperti apa yang dulu jadi ungkapkan di dalam Susanti Majapahit jiwa muda bhinneka tunggal Ika Tan Hana dharma mangrwa Majapahit udah ada pengikut agama Hindu agama Buddha mereka seolah dipermukaannya berbeda tapi sejauh tujuannya sama demi tujuan kebaikan tidak mungkin ada tujuan yang mendua kita akan sampai kepada jalan kebaikan hidup bersama gitu ya jadi ketuhanan yang biasanya sebenarnya penggalan dari kalau pidato Soekarno itu nyebutnya itu kan taqwa kepada Tuhan yang nah jadi kita harus menemukan kita harus meniru menginternalisasikan nilai-nilai kasih ilahi gitu ya nanti kita ini sering kita tuh orang yang katanya religius ya di Indonesia ini jumlah rumah ibadahnya paling banyak ya di dunia di negara yang paling banyak rumah ibadahnya itu di Indonesia tapi seringkali para pengikut agama itu kurang dibiarkan empat sifat ketuhanan dalam kehidupan publiknya jumlah apa ini pengikut ee naik haji beserta naik haji Indonesia paling banyak rumah ibadah paling banyak datang ke kantor bisa berpanjang-panjang kita itu apa melakukan ayat-ayat eee tasbih dan lain-lain dzikir dan lain-lain tapi begitu memasuki bangku meja-meja kehidupan bumi banyak diantara kita juga menandatangani kuitansi palsu berpanjang-panjang gitu jadi kita beragama tapi tidak menunjukkan integritas nilai-nilai ketuhanan nah itu sebabnya sering kali ironis di negar.
Materi2
Penguatan Literasi Keuangan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Mahasiswa: Strategi & Manfaat
Literasi keuangan yang kuat merupakan fondasi krusial bagi kesejahteraan mahasiswa, tidak hanya selama masa kuliah tetapi juga jauh setelahnya. Berikut adalah pembahasan komprehensif mengenai pentingnya, strategi penguatan, dan dampaknya terhadap kesejahteraan mahasiswa:
I. Mengapa Literasi Keuangan Mahasiswa Penting?
Masa Transisi Kritis: Mahasiswa seringkali pertama kali mengelola keuangan secara mandiri (uang saku, beasiswa, gaji part-time), jauh dari pengawasan langsung orang tua.
Tantangan Finansial Khas Mahasiswa:
Biaya kuliah yang tinggi dan terus meningkat.
Biaya hidup (kos, makan, transport, buku).
Keterbatasan sumber penghasilan tetap.
Tekanan sosial untuk konsumsi (gadget, gaya hidup, hiburan).
Potensi terjerat utang (pinjol, kredit tanpa agunan, KTA).
Dampak Langsung pada Kesejahteraan:
Kesejahteraan Finansial: Menghindari utang berlebihan, mampu memenuhi kebutuhan dasar, memiliki dana darurat, mulai menabung/investasi.
Kesejahteraan Akademik: Mengurangi stres finansial yang bisa mengganggu konsentrasi belajar dan prestasi akademik.
Kesejahteraan Mental & Emosional: Mengurangi kecemasan, depresi, dan masalah kesehatan mental yang sering dipicu oleh masalah uang.
Kesejahteraan Masa Depan: Membangun fondasi kebiasaan keuangan sehat untuk mencapai tujuan jangka panjang (rumah, investasi, pensiun).
II. Strategi Penguatan Literasi Keuangan Mahasiswa
Penguatan ini memerlukan pendekatan multi-pihak dan berkelanjutan:
Peran Perguruan Tinggi (Kampus):
Integrasi ke Kurikulum: Menyisipkan materi literasi keuangan dalam mata kuliah wajib (misal: Pengantar Ekonomi, Kewirausahaan) atau mata kuliah pilihan khusus (Manajemen Keuangan Pribadi, Perencanaan Investasi).
Workshop & Seminar Reguler: Mengadakan sesi interaktif dengan topik spesifik:
Pengelolaan anggaran & cash flow.
Memahami utang (pinjaman pendidikan, pinjol, KKT).
Dasar-dasar investasi (reksa dana, saham, emas) untuk pemula.
Perlindungan asuransi (kesehatan, jiwa).
Pengenalan e-wallet & transaksi digital yang aman.
Menghindari penipuan keuangan.
Layanan Konseling Keuangan: Menyediakan konsultan keuangan (bisa internal atau kolaborasi dengan profesional eksternal) untuk konsultasi personal secara gratis atau terjangkau.
Platform Digital: Mengembangkan aplikasi atau portal kampus dengan:
Kalkulator anggaran & pinjaman.
Modul pembelajaran online (video, infografis, artikel).
Simulasi investasi.
Informasi beasiswa & pembiayaan kuliah.
Kolaborasi dengan Pihak Eksternal: Menggandeng OJK, Bank Indonesia, lembaga keuangan (bank, fintech), atau komunitas profesional untuk memberikan materi dan sumber daya.
Inisiatif Mahasiswa & Komunitas:
Klub/Komunitas Literasi Keuangan: Membentuk wadah bagi mahasiswa yang antusias untuk belajar bersama, berbagi pengalaman, dan mengadakan aktivitas (diskusi, webinar, kompetisi).
Program Mentoring: Mahasiswa senior atau alumni yang berpengalaman bisa menjadi mentor bagi mahasiswa junior dalam mengelola keuangan.
Kampanye Kesadaran: Menggunakan media sosial kampus atau komunitas untuk menyebarkan tips, infografis, dan cerita inspiratif tentang manajemen keuangan yang sehat.
Peran Individu (Mahasiswa):
Proaktif Mencari Informasi: Memanfaatkan sumber daya yang tersedia (perpustakaan, internet terpercaya, workshop kampus).
Menerapkan Pengetahuan: Mulai membuat anggaran pribadi, mencatat pengeluaran, menabung secara konsisten (meski kecil), dan menghindari utang konsumtif.
Membangun Jaringan: Bergabung dengan komunitas atau mencari mentor untuk berdiskusi dan bertanya.
Mengembangkan Mindset: Menumbuhkan kesadaran bahwa literasi keuangan adalah investasi jangka panjang untuk masa depan yang lebih baik.
III. Dampak Penguatan Literasi Keuangan terhadap Kesejahteraan Mahasiswa
Peningkatan Kesejahteraan Finansial:
Mahasiswa mampu mengelola uang saku/beasiswa dengan lebih efektif.
Penurunan tingkat utang konsumtif yang tidak produktif.
Munculnya kebiasaan menabung dan mulai berinvestasi dini.
Kesiapan menghadapi biaya tak terduga (dana darurat).
Peningkatan Kesejahteraan Akademik:
Penurunan tingkat stres terkait uang, sehingga fokus belajar meningkat.
Potensi peningkatan IPK dan kelulusan tepat waktu.
Kemampuan membuat keputusan finansial yang lebih baik terkait pembiayaan studi lanjut.
Peningkatan Kesejahteraan Mental & Emosional:
Penurunan gejala kecemasan dan depresi yang berhubungan dengan masalah keuangan.
Peningkatan rasa percaya diri dan kontrol atas hidup.
Hubungan sosial yang lebih harmonis (kurang konflik karena uang).
Peningkatan Kesejahteraan Masa Depan:
Lulus dengan beban utang yang lebih terkendali (jika ada).
Memulai karir dengan fondasi keuangan yang lebih kuat (tidak "nol besar").
Kesiapan untuk merencanakan dan mencapai tujuan hidup jangka menengah dan panjang (rumah, nikah, investasi, pensiun).
Menjadi anggota masyarakat yang finansial mandiri dan berkontribusi.
IV. Tantangan & Solusi
Tantangan: Minat mahasiswa yang rendah (dianggap "membosankan"), keterbatasan sumber daya kampus, stigma soal uang, kesulitan menerapkan teori ke praktik.
Solusi:
Pendekatan Menarik: Gunakan gamifikasi, studi kasus nyata, teknologi (aplikasi), dan bahasa yang relevan dengan gaya hidup mahasiswa.
Advokasi & Kolaborasi: Menekankan pentingnya literasi keuangan kepada pihak kampus dan mencari mitra untuk mendukung program.
Lingkungan Aman: Ciptakan ruang diskusi tanpa judgment untuk berbagi masalah keuangan.
Fokus pada Aplikasi Praktis: Berikan workshop yang langsung bisa diterapkan (misal: workshop membuat anggaran dengan aplikasi tertentu).
Kesimpulan:
Penguatan literasi keuangan bukanlah sekadar tambahan pengetahuan, melainkan investasi strategis dalam aset terpenting bangsa: sumber daya manusia berkualitas. Dengan menyediakan akses yang mudah, relevan, dan berkelanjutan terhadap pendidikan keuangan, perguruan tinggi, komunitas, dan mahasiswa itu sendiri secara kolektif dapat membangun generasi yang tidak hanya cerdas akademis, tetapi juga cerdas finansial. Ini adalah kunci untuk membuka pintu menuju kesejahteraan holistik mahasiswa—sejahtera finansial, akademis, mental, dan masa depan—yang pada akhirnya akan mencetak lulusan yang tangguh, mandiri, dan siap berkontribusi maksimal bagi masyarakat.
Materi 3
Materi 3
Prof. Kacung Marijan, Drs., MA.,Ph.D
Wakik Rektor 1 UNUSA
Tema: Sistem Pendidikan Tinggi di UNUSA
Jumlah perguruan tinggi di Indonesia mencapai lebih dari 2.000, dengan sekitar 933 universitas. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 149 universitas yang berakreditasi unggul, ditambah 12 lagi sehingga total 161. Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) termasuk salah satunya, bahkan sejak dua tahun lalu telah mendapat akreditasi unggul dan menempati posisi ke-80 dari seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia.
UNUSA memiliki visi besar, bukan hanya menjadi universitas terkemuka di Indonesia, tetapi juga salah satu yang terbaik di ASEAN. Visi tersebut diwujudkan dengan menanamkan nilai kewirausahaan, jiwa Islami, serta kolaborasi internasional. UNUSA menjalin kerja sama dengan universitas di Singapura, Malaysia, Taiwan, dan negara lainnya untuk mengembangkan mutu pendidikan.
Dalam 10 tahun, UNUSA telah memiliki 23 program studi dari 5 fakultas. Beberapa prodi baru masih dalam tahap akreditasi “baik”, seperti S2 Pendidikan Dasar, S1 Bisnis Digital, dan S2 Manajemen. Selain itu, UNUSA juga menjadi salah satu universitas swasta yang mendapat izin membuka pendidikan dokter spesialis.
Ke depan, UNUSA menargetkan pengembangan kelas internasional, misalnya S1 Keperawatan dengan pengantar bahasa Inggris penuh. Hal ini agar lulusan mampu bersaing secara global, termasuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di Eropa, Timur Tengah, hingga Australia. Selain itu, UNUSA sedang menyiapkan program S3 Keperawatan dan S3 Kesehatan Masyarakat.
Mahasiswa UNUSA difasilitasi untuk mengembangkan potensi akademik maupun non-akademik, baik melalui organisasi kemahasiswaan, kegiatan ekstrakurikuler, hingga program magang di luar negeri. Ada pula kesempatan mengikuti program internasional yang memungkinkan mahasiswa mendapat dua ijazah (Indonesia–Thailand).
Untuk mendukung perkembangan mahasiswa, UNUSA menyediakan kursus bahasa asing, program kewirausahaan, serta layanan psikologi kampus. Dengan demikian, UNUSA berkomitmen melahirkan generasi “perfect” atau insan kamil—yakni lulusan yang unggul secara akademik, berakhlak Islami, berjiwa entrepreneur, serta bermanfaat bagi masyarakat.




Komentar
Posting Komentar